[Batam, SMPK1] – Suasana Pesantren Ramadhan 1447 H di SMP Kartini 1 Batam semakin khidmat saat Ustadz Syafruddin, S.Si. menyampaikan kajian tafsir dari Al-Qur’an, tepatnya Q.S. Al-Ma’arij ayat 19–21. Dengan penyampaian yang tenang namun menyentuh, beliau mengajak para siswa merenungi hakikat penciptaan manusia.
Dalam penjelasannya, beliau membacakan firman Allah dalam Surah Al-Ma’arij ayat 19–21 yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dengan sifat suka berkeluh kesah; ketika ditimpa kesusahan ia gelisah, dan ketika memperoleh kebaikan ia menjadi kikir. Ayat tersebut menjadi cermin agar setiap insan mampu bercermin dan memperbaiki diri.
Dengan nada reflektif, Ustadz Syafruddin menyampaikan pesan yang menggugah hati, “Manusia sering berkeluh kesah ketika diberi ujian, tetapi saat Allah melapangkan rezeki, justru berubah menjadi kikir dan lupa berbagi.” Kutipan itu membuat suasana hening; para siswa tampak larut dalam perenungan.
Beliau menegaskan bahwa keluh kesah bukanlah sifat yang harus dipelihara, melainkan dikendalikan dengan kesabaran dan keimanan. Ujian sejatinya adalah sarana peningkatan derajat, sementara rezeki merupakan amanah yang harus disyukuri dan dibagikan. Ramadhan, menurut beliau, adalah momentum terbaik untuk melatih hati agar tidak mudah mengeluh dan tidak pula terjerat sifat kikir.
Kajian tersebut tidak hanya menjadi penguatan spiritual, tetapi juga pembelajaran karakter yang relevan bagi kehidupan para siswa. Di tengah lantunan ayat suci dan nasihat penuh hikmah, tumbuh kesadaran bahwa menjadi pribadi beriman berarti mampu bersabar dalam ujian dan dermawan dalam kelapangan.
(k1/il)

