Anak-Anakku Engkaulah Harapan Kami

Duhai muridku apa kabarmu? Semoga engkau selalu giat belajar Nak. Belajar di kelas, belajar di rumah, belajar di tempat mainmu, belajar di mana saja kau berada. Inilah nasihat gurumu.

Duhai muridku bapak ibu guru juga punya anak, tapi fokus kami bukan sekedar untuk mereka saja, melainkan untukmu juga muridku, karena meski engkau bukan darah daging kami, engkau adalah amanah yang berat bagi kami.

Duhai muridku, saat engkau kembali bersama keluargamu, atau saat engkau bermain dengan teman-temanmu, bapak ibu gurumu selalu saja menaruh harapan untuk kesuksesanmu, bapak ibu gurumu selalu saja memikirkan jalan mudahmu mencapai kebahagiaanmu. Meski tak banyak engkau tahu.

Duhai muridku, kami masih ingat saat orangtuamu mengantarkan engkau ke sekolah, menyampaikan amanah berat itu kepada kami, menceritakan baik buruk tentang dirimu, berkisah tentang bagaimana mereka luar biasanya dalam mengasuhmu dan meminta bantuan kami bapak ibu gurumu, tahukah engkau apa yang kami katakan?

Dengan tangan terbuka, kami menyatakan optimisme tentang masa depanmu, meski kenyataannya kadang-kadang kami merasakan terjalnya perjalanan mendampingimu, tapi kami tak akan mengeluh dihadapanmu.

Duhai muridku dalam terjal itu bapak ibu gurumu tak sedikit harus mendorongmu agar tercapai tujuanmu. Kadang kami bapak ibu gurumu juga harus menarikmu karena keenggananmu melanjutkan perjalanan menuju cita-citamu.

Disaat itu kadang engkau terlihat menyebalkan sekali tapi sungguh rasa sayang bapak ibu gurumu ini telah memenuhi otak dan jiwa kami sehingga pilihan kami hanya sabar dan mencari cara yang tepat untuk selangkah demi selangkah bisa engkau lakukan mendekati kota harapanmu.

Namun demikian tak jarang engkau salah sangka, engkau merasa kami jahat padamu, dimatamu kadang kami bagaikan polisi terhadap kriminal, sehingga kadang tanpa pikir panjang kalian melawan. Kami bapak ibu gurumu tetap dalam kesabarannya. Sedikit kami memberi hukuman agar engkau tahu dunia luar lebih berat dan kejam, tapi kadang karena ketidaktahuanmu engkau naik pitam. Dan kami tetap sabar karena kami tahu keburukan yang engkau lakukan karena ketidaktahuanmu, kami sabar.

Duhai muridku, duhai anakku, tak sedikit bapak ibu gurumu ini mendapati ban sepeda kami sobek, ban motor kreditan kami bocor di halaman parkir, kami tahu engkau yang lakukan tapi kami tak perlu marah, kami sadar engkau memang perlu bimbingan.

Bahkan jika engkau memukul kami, menendang kami, menusuk kami hingga bapak ibu gurumu ini tak kuasa berdiri. Tahukah engkau Nak apa yang akan kami lakukan padamu? Bapak dan ibu gurumu ini hanya ingin memelukmu dan membisikkan nasihat, rajin belajarlah kau Nak

Sumber : Ayah Eddy S